Skip to main content

Melirik Perkebunan Anggur di Thailand

Sumber Gambar : business-in-asia.com
Saat ini di Thailand, terdapat sekitar 2.717 hektar kebun anggur yang menghasilkan 31.677 ton/tahun dengan hasil rata-rata sekitar 15 ton/ha. Bidang utama produksi anggur terletak di kawasan Central Plain di Ratchaburi, Samut Sakhon dan Nakhon Pathom, yang terutama menghasilkan anggur meja. Namun, beberapa perusahaan swasta juga  menggunakan anggur meja ini untuk pembuatan wine. 

Di wilayah timur laut, petani Thailand menanam anggur meja dan anggur wine. Ada dua kilang wine di provinsi Loei dan Nakhon Ratchasima. Di wilayah Utara, para petani menghasilkan anggur meja di provinsi Chiang Mai dan Nan dan anggur wine di provinsi Phichit. 

Di bagian utara Thailand ini, varietas anggur diperkenalkan ke dataran tinggi di bawah naungan Proyek Kerajaan pada tahun 1981. Penelitian bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan suku perbukitan dan menggunakan anggur sebagai tanaman pengganti opium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Beauty Seedless, Ruby Seedless dan Early Muscat memberikan pertumbuhan, produksi dan kualitas yang baik di kawasan perbukitan ini.

Iklim Wilayah Perkebunan Anggur di Thailand


Fitur iklim dan tanah dari area pertumbuhan anggur di Thailand pada daerah dataran menengah kisaran suhu, curah hujan rata-rata/tahun, kelembaban dan ketinggian masing-masing adalah 25-30 oC, 1300-1450 mm, 60-90 persen dan 2-3 mdpl. Tanah jenis clayey dengan drainase sangat buruk di wilayah ini. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem drainase dengan menggunakan sistem selokan  dan bedengan. PH tanah sekitar 5-5,5. Kapur dan pupuk juga dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia dan fisika tanah ini. Sumber air di Dataran menengah berasal dari sungai dan kanal.

Di wilayah Utara, kisaran suhu, curah hujan tahunan rata-rata, kelembaban dan ketinggian masing-masing adalah 10-20 oC, 1400-1500 mm, 60-90 persen dan 1200 m. Tanah adalah jenis lempung tanah liat dan dikeringkan dengan baik dengan pH tanah sekitar 4-5. Sumber air berasal dari waduk yang telah dibangun untuk irigasi.

Di bagian timur laut negara ini, kisaran suhu, curah hujan rata-rata/tahun, kisaran kelembaban relatif dan ketinggian masing-masing adalah 19-30 oC, 1200-1300 mm, 60-90 persen dan 450 mdpl. Tanahnya adalah jenis lempung tanah liat dengan pH sekitar 3,5-5, sedangkan sumber airnya juga berasal dari waduk.

Thailand memiliki iklim tropis, yang sangat merangsang pertumbuhan buah anggur. Pembuahan pertama bisa diharapkan hanya 14 sampai 16 bulan setelah tanam. Pembuahan dapat dilakukan kapan saja karena penanaman dan pemangkasan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

Namun, dalam praktiknya, para petani melakukan prunning pembuahan dua kali dalam setahun dan mendapatkan dua musim panen, satu di musim hujan (Mei sampai Oktober) dan panen lainnya di musim kering (November sampai April). Kualitas buah pada musim kering lebih unggul, karena kandungan gula lebih tinggi dan penampilan lebih baik.

Varietas Utama Perkebunan Anggur di Thailand


Varietas utama produksi anggur meja di negara ini adalah varietas Whate Malaga dan Kardinal, yang masing-masing menghasilkan sekitar 27.556,7 dan 4.043,9 ton. Sedangkan Varietas utama untuk anggur wine adalah varietas Chenin blanc dan Shiraz, yang menghasilkan whine putih, wine premium dan wine merah.

White Malaga, merupakan varietas terakhir sampai saat ini, para petani dapat memiliki dua musim panen dalam setahun per pohon anggur atau lima kali panen per pohon anggur setiap dua tahun. Hasil rata-rata adalah 15-20 kg/panen/pohon. Sedangkan Kardinal, merupakan varietas yang lebih awal dibudidayakan di Thailand, varietas ini bisa tiga sampai empat kali panen per-tahun/pohon anggur. Hasil panen rata-rata 12-15 kg per panen/pohon


Pemeliharaan Perkebunan Anggur di Thailand


Aplikasi pupuk


Tanaman Anggur umunya dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi kesuburan tanah. Namun, aplikasi pupuk diperlukan untuk pertumbuhan dan perakaran yang kuat, hasil produksi yang lebih baik dan untuk menghasilkan buah berkualitas. Wilayah utama budidaya anggur di Thailand memiliki jenis tanah liat dan lahan yang sebelumnya sawah. Tanah ini membutuhkan sejumlah besar bahan organik dan oleh karena itu, pemberian pupuk kandang banyak digunakan.


Pupuk lengkap biasanya diaplikasikan pada pohon buah anggur dengan cara sebagai berikut:

  • Selama fase pertumbuhan awal bibit anggur muda sebelum pemangkasan pertama, aplikasi amonium sulfat. Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang mengandung amonium sulfat yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Selain itu,  pupuk urea atau pupuk majemuk NPK (15:15:15) pada tingkat 200-300 g/tanaman biasanya diterapkan setiap bulan.
  • Satu sampai dua bulan sebelum masa pemangkasan untuk pembuahan, pemberian pupuk Majemuk (9:25:25) pada tingkat 200-300 g/tanaman diterapkan untuk memicu pengembangan kuncup bunga.
  • Dua minggu setelah set buah, pupuk majemuk (15:15:15) pada tingkat 200-300 g/tanaman diaplikasikan untuk memudahkan pertumbuhan dan perkembangan buah.
  • Selama masa awal pelunakan buah atau selama perubahan warna sekitar satu bulan sebelum panen, pupuk majemuk NPK (13:13:21 atau 9:25:25) pada tingkat 200-300 g/tanaman harus diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas buah.

Irigasi


Sumber air sangatlah dibutuhkan untuk kebun-kebun anggur. Reservoir dan sumur air tanah cocok untuk pengairan permukaan. Sistem pipa dan irigasi selang akan praktis dan lebih ekonomis bagi petani. Namun, penggunaan mulsa atau dengan jerami juga sangat diperlukan selama musim kemarau untuk menjaga kelembaban pada tanah permukaan.

Di daerah Dataran Tinggi dan menengah di Thailand, pohon anggur ditanam dengan sistem bedengan tanah, dengan sistem drainase parit di sebelah bedengan yang dapat di aliri air untuk memenuhi kebutuhan pohon anggur khususnya pada masa penjenuhan pasca stress air.


Serangga dan Penyakit


Masalah serangga tidak begitu serius pada perkebunan anggur di Thailand, Namun penyakit dan jamur  seperti embun tepung, antraknosa, dan busuk buah sangat berbahaya.

Serangga : Ada beberapa jenis serangga yang menyerang daun, bunga dan buah beri misalnya gerbong daun, rol daun, thrips dan tungau. Insektisida yang digunakan untuk kontrol adalah carbaryl, methomyl, carbosulfan, dan dicofol, dll.

Penyakit : Penyakit anggur yang paling umum menyerang perkebunan anggur di Thailand antara lain sebagai berikut :

a) Downy Mildew

Jamur Plasmopara viticola tumbuh dengan baik dan menjadi sangat merusak selama cuaca masih sejuk dan lembab. Meski terutama penyakit dedaunan, jamur juga menyerang kluster bunga. Fungisida yang digunakan untuk mengendalikan jamur ini adalah Zineb, Maneb, Captan, Mancozeb dan Metalaxyl.

b) Powdery Mildew:

Jamur Oidium tuckeri  tidak seperti kebanyakan penyakit anggur lainnya, yang disukai oleh kondisi lembab, jamur ini tumbuh subur di iklim yang kering. Ini menyerang selama pertumbuhan berry dan buah berry berkembang dan akhirnya buah menjadi retak dan busuk. Untuk mengendalikan embun tepung, tanaman merambat disemprot dengan belerang yang bisa dibasah.

c) Anthracnose :

Gloeosporium ampelophagum menyerang semua bagian tanaman merambat. Serangan jamur biasanya menjadi sangat serius pada musim hujan. Untuk mengendalikan antraknosa, tanaman merambat disemprot dengan Mancozeb, carbendazim atau benomil.

d) Dead Arm

Melanconium fuligeneum menyerang saat kematangan buah, terutama selama 2-3 minggu sebelum panen. Batang cane yang terkena akan mati dan buahnya akan melunak dan menyusut. Untuk mengendalikan jamur ini penyemprotan fungisida tembaga atau difenoconazole diberikan ke semua bagian tanaman.

e) Berry Rots

Ada beberapa jamur yang akan menyerang buah dan kelompok buah saat kematangan buah seperti Blue mold (Penicillium spp.), Rhizopus rot (Rhizopus spp.), Ripe rot (Collectotrichum gloeosporioides ),  Bitter rot (Greeneria uvicola) dan Botrytis bunch rot (Botrytis cinerea). Serangan jamur biasanya serius pada musim hujan. Kontrol jamur ini adalah dengan menyemprotkan fungisida sistemik yang umum.


Aplikasi Khusus untuk Meningkatkan Kualitas Anggur


Ada beberapa praktik khusus untuk meningkatkan hasil dan kualitas buah anggur seperti:
  • Memperbaiki pertumbuhan tunas dengan merawat batang canes dengan aplikasi hidrogen sianamida.
  • Memperpanjang klaster, pelonggaran klaster, pembesaran berry dengan perlakuan asam giberelat (GA).
  • Peningkatan pewarnaan buah  dengan menggunakan aplikasi ethrel (2-chloroethylphosphonic acid).
  • Hujan dan kerusakan akibat serangan burung, dikendalikan dengan menggunakan atap plastik dan pembungkusan tandan buah.
Nah demikianlah sedikir review perkebunan anggur di Thailand. Karena iklim dan permasalahan umum disana tidak terlalu jauh dengan kondisi di Indonesia, mungkin perkebunan untuk kawasan ini dapat menjadi acuan untuk mengembangkan perkebunan anggur di Indonesia.

Terimaksih atas kunjungannya dan Sukses selalu..

Comments

Postingan Lain

Anggur Isabella

Anggur Isabella, seindah namanya lambang cinta dua dunia, mengapa kita berjumpa namun akhirnya berpisah... kata ini bukan sekedar menjiplak syair lagu malaysia tahun 90 an, tapi memang beginilah nasib pada umumnya penanam anggur jenis Isabela.  Seperti kisah cinta yang diawali dengan hati yang menggebu-gebu akan keinginan untuk menanam anggur, hati bahagia mengiringi pertumbuhan pucuk-pucuk muda yang semakin figur. Beragam pupuk diberikan sesuai kebutuhan si Isabela, hari demi hari, bulan demi bulan dan tibalah masa pembungaan dan berbuah. Teringat kata-kata si penjual, ini anggur hijau, dari awal pembentukan buah, sudah terlihat warna hijau. sebulan kemudia, hati mulai bertanya, mengapa begitu lama buah ini matang, dipetiklah sebiji dari tandan yang tak begitu lebat. Saat buah digigit dan daging buah menyentuh lidah.. cuih.., ludah pertama di sembur... hahaha.. Hati mulai merasa bersalah, belum saatnya dipetik, buah masih mentah,.. bulan ke dua pun tiba, dan kisah awal bul

Penyebab Pecah Buah Pada Buah Anggur

Pecah Buah akibat Serangan Jamur Powdery Mildew (Embung Tepung) (Sumber : University of Georgia Plant Pathology Archive, University of Georgia, Bugwood.org) Apa sebenarnya penyebab buah anggur pecah..?  Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya pecah buah yaitu kelembaban tanah, kelembaban udara, cahaya dan suhu (Maboko, 2006). Masarirambi et al. (2009) melaporkan bahwa pecah buah biasanya terjadi dengan cepat ketika terdapat banyak air dan suhu yang tinggi, khususnya terjadi ketika memasuki periode stres. Hal ini sering dialami oleh para pembudidaya tanaman buah anggur, dan tentunya kondisi buah yang demikian sangatlah merugikan petani.  Penyebab pasti buah anggur yang retak/pecah terbuka masih saat ini masih dalam perdebatan, namun mayoritas berpendapat hal ini disebabkan oleh sistem irigasi/pengairan. Bisa jadi disebabkan oleh kelebihan air atau bahkan kekurangan air. Pada prinsipnya, tanaman buah anggur dapat beradaptasi dengan kondisi minim air, namun b

Mengenal Skala Brix, Skala Kemanisan Buah

Sekian lama kita membahas masalah Anggur, cara budidaya, cara semai, pembuahan dan lainnya. Mungkin kali ini kita akan membahas masalah yang masih berhubungan dengan anggur, yaitu skala kemanisan buah. Mengenal Skala Brix, Skala Kemanisan Buah : Refractometer brix digital Mengenal Skala Brix, Skala Kemanisan Buah Ya, itulah bahasan kita hari ini.. Apa itu Brix? Brix merupakan unit pengukur kemanisan gula di dalam cairan (liquid). Satuan Brix yang digunakan ialah derajat Brix, Brix, %Brix. Skala Brix ditemukan oleh  Ilmuwan Jerman, Adolf Ferdinand W Brix (1798-1870) di tahun 1870.  1% Brix setara dengan 1 gram gula sukrosa di dalam 100 gram air. Jadi, semakin tinggi nilai Brix, semakin tinggi kualitas dan tingkat kemanisan buah-buahan/ sayuran tersebut. Jadi kalau kita membaca spesifikasi varian buah anggur, biasanya tercantum skala brix dari buah anggur tersebut. sebagai contoh salah satu postingan dengan kalimat seperti dibawah ini : Ougyoku, yang berasal